fiqh haid 1

love    🍂 Berikut kami sampaikan beberapa perkara yang berkaitan dengan pembahasan  Haid bagi muslimah. Sebagai Catatan penting untuk mereka.  

         Menurut sebagian para ulama pembasan haid adalah bab yang paling sulit pembahasannya. Imam Nawawiy –rahimahullah- berbicara panjang lebar tentang haid di dalam kitabnya “al Majmu’ syarh muhadzab” dalam 150 halaman. 

🌿 Berkata Syeikh Muhammad al Utsaimin:  “ Yang nampak bagiku bahwa pembahasan haid secara panjang lebar dan bercabang-cabang itu tidak perlu, demikian pula pembahasan kaidah-kaidah yang para ulama berpanjang lebar dalam membahasnya yang kebanyakan hal tersebut tidak diriwayatkan dari para sahabat nabi –radhiyallahu ‘anhum-. Seorang wanita jika datang haidnya, maka ia meninggalkan shalat dan semisalnya, dan jika telah suci, maka ia kembali shalat. Lalu apabila ada yang yang ia tidak mengenali dari tanda-tanda haidnya, maka ia tidak anggap sebagai haid.

🌼 Kaidah-kaidah dalam sunnah nabi tentang haid itu sangat mudah. Oleh karenanya hadits-hadits tentang masalah haid tidak banyak. Akan tetapi apa yang kita baca dari pendapat ulama dalam masalah ini wajib kita ketahui lalu kita cocokkan dengan dengan al qur’an dan sunnah. Jika sesuai kita ambil dan jika menyelisihi al qur’an dan sunnah maka kita tinggalkan sembari memintakan ampun untuk mereka yang berpendapat dengannya” (Lihat Kitab asy Syarh al Mumti’: 1/263)

👉 Lalu apa yang di maksud dengan Haid ?

🍃 Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Sedangkan menurut istilah syariat ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan terjadi pada waktu tertentu.  Jadi haid adalah darah normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau kelahiran. Oleh  karena ia adalah darah normal, maka darah tersebut   berbeda  sesuai  kondisi,  lingkungan  dan iklimnya, sehingga inilah yang membuat terjadinya perbedaan yang nyata pada setiap wanita. Baik perbedaan pada waktunya, warnanya, atau yang lainnya.

“WhatsApp Catatan Muslimah”

Iklan

Hukum memakai cadar saat shalat

Soal: Apakah boleh wanita sholat dengan memakai cadar dan sarung tangan?

Jawab: Apabila seorang wanita sholat di rumahnya atau tempat yang tidak dilihat oleh laki-laki kecuali mahramnya, maka disyari’atkan baginya untuk membuka wajah dan kedua telapak tangannya agar dahi dan hidungnya mengenai tempat sujud demikian juga kedua telapak tangannya.

Adapun memakai sarung tangan adalah perkara yang ada syari’atnya karena para shohabiyah melakukannya dengan dalil bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):”Janganlah seorang wanita yang ihrom memakai cadar dan jangan memakai sarung tangan” (HR. Bukhori. Kitab Al-Zaja’I As-Shoib).

Hadits ini menunjukkan bahwa kebiasaan para shohabiyah memakai sarung tangan, atas dasar inilah tidak mengapa bagi wanita untuk memakai dua sarung tangan. Apabila ia sholat dan disitu ada laki-laki yang bukan mahram. Adapun yang berhubungan dengan menutup wajah di dalam sholat boleh ketika berdiri atau duduk dan apabila ia ingin sujud maka ia harus membuka cadarnya supaya dahinya menyentuh tempat sujud.

Sumber: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no: 212.

 

flowers

Manfaat Bawang Merah

Saat epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang dokter memperhatikan ada keluarga yg sama sekali tak tersentuh demam influenza itu.
Ia mendapati bahwa keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yg dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu.
Ketika ia mengambil salah satu piring dgn metoda bakteriologis yg semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yg sudah inaktif.
Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya.
Bukan hanya virus, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif/ mati.
Beberapa toko yg memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat. Baca lebih lanjut

Ummi Sang Mujahid

Teruntuk para Ibu, Istri, serta seluruh Wanita Kaum Muslimin hafizhakumullah, bacalah dengan sepenuh hati !
———————————————————–

UMMI SANG MUJAHID !

(KISAH MENAKJUBKAN DI MASA TABI’IN)

–Al-Akh Yahya Al-Windany (Penuntut Ilmu di Darul Hadits Fuyus,Yaman)–
————————————————————–

Hari itu, di salah satu sudut Masjid Nabawi berkumpullah Abu Qudamah dan para sahabatnya.

Di hati para sahabatnya, Abu Qudamah adalah orang yang sangat dikagumi. Itu karena Abu Qudamah adalah seorang mujahid. Berjihad dari satu front ke medan-medan jihad lainnya. Seolah hidup beliau, beliau persembahkan untuk berjihad.

Debu yang beterbangan, kilatan pedang, hempasan anak panah, derap kuda adalah hal yang sudah biasa bagi beliau. Pengalaman, tragedi, kisah dan momen pun telah banyak beliau saksikan di setiap gelanggang perjuangan jihad.

“Abu Qudamah, ceritakanlah pada kami kisah paling mengagumkan di hari-hari jihadmu,” tiba-tiba salah seorang sahabatnya meminta.

“Ya,” jawab Abu Qudamah.

Beberapa tahun lalu. Aku singgah di kota Recca. Aku ingin membeli onta untuk membawa persenjataanku.

Saat aku sedang bersantai di penginapan, keheningan pecah oleh suara ketukan

  •   

 

Ku buka ternyata seorang perempuan.

“Engkaukah Abu Qudamah?” tanyanya.

“Engkaukah yang menghasung umat manusia untuk berjihad?” pertanyaannya yang kedua.

“Sungguh, Allah telah menganugerahiku rambut yang tak dimiliki wanita lain. Kini aku telah memotongnya. Aku kepang agar bisa menjadi tali kekang kuda. Aku pun telah menutupinya dengan debu agar tak terlihat.

Aku berharap sekali agar engkau membawanya. Engkau gunakan saat menggempur musuh, saat jiwa kepahlawananmu merabung. Engkau gunakan bersamaan saat kau menghunus pedang, saat kau melepaskan anak panah dan saat tombak kau genggam erat.

Kalau pun engkau tak membutuhkan, ku mohon berikanlah pada mujahid yang lain. Aku berharap agar sebagian diriku ikut di medan perang, menyatu dengan debu-debu fi sabilillah.

Aku adalah seorang janda. Suamiku dan karib kerabatku, semuanya telah mati syahid fi sabilillah. Kalau pun syariat mengizinkan aku berperang, aku akan memenuhi seruannya,” ungkapnya sembari menyerahkan kepangan rambutnya.

Aku hanya diam membisu. Mulutku kelu walau tuk mengucapkan “iya”.

“Abu Qudamah, walaupun suamiku terbunuh, namun ia telah mendidik seorang pemuda hebat. Tak ada yang lebih hebat darinya.

Ia telah menghapal Al-Qur’an. Ia mahir berkuda dan memanah. Ia senantiasa sholat malam dan berpuasa di siang hari.

Kini ia berumur 15 tahun. Ialah generasi penerus suamiku. Mungkin esok ia akan bergabung dengan pasukanmu. Tolong terimalah dia. Aku persembahkan dia untuk Allah. Ku mohon jangan halangi aku dari pahala,” kata-kata sendu terus mengalir dari bibirnya.

Adapun aku masih diam membisu. Memahami kalimat per kalimat darinya. Lalu tanpa sadar perhatianku tertuju pada kepangan rambutnya.

“Letakkanlah dalam barang bawaanmu agar kalbuku tenang,” pintanya tahu aku memperhatikan kepangan rambutnya.

Aku pun segera meletakkannya bersama barang bawaanku. Seolah aku tersihir dengan kata-kata dan himmah (tekad) nya yang begitu mengharukan.

Keesokan harinya, aku bersama pasukan beranjak mening

galkan Recca.

Baca lebih lanjut

fiqh haid 2

a9d98bcaa5a80c0d422e9e5720242725🐾 USIA HAID

 

Usia haid biasanya antara 12 sampai 50 tahun. Dan kemungkinan seorang wanita sudah mendapatkan haid sebelum usia 12 tahun, atau masih mendapatkan haid sesudah usia 50 tahun. Itu semua tergantung pada kondisi, lingkungan dan iklim yang mempengaruhinya.

 

Para ‘ulama, berbeda pendapat tentang apakah ada batasan tertentu  bagi usia haid, di mana seorang wanita tidak mendapatkan haid sebelum atau sesudah usia tersebut ? Baca lebih lanjut

Imam Syafi’i dan Hafalannya

“Ibuku tidak mempunyai harta yang diberikan kepadaku,” tutur al-Imam asy-Syafi’i menceritakan dirinya, “untuk membeli lembaran atau kertas sebagai tempat aku menulis. Akupun mencari tulang, tembikar, tulang pundak unta, dan pelepah kurma. Lalu, aku menulis hadits padanya. Kalau sudah penuh, aku lemparkan ke tempayan yang ada di rumah. Maka, tempayan-tempayan yang ada di rumah menjadi banyak.

Ibuku berkata, ‘Sesungguhnya tempayan-tempayan ini telah menjadikan rumah kita sempit.’ Aku lalu mendatangi tempayan-tempayan ini, menghafal apa yang ada padanya, kemudian membuangnya. Setelah itu, Alloh memudahkan untukku melakukan safar ke Yaman.”
[Jami’ Bayan Fadhl al-‘Ilmi wa Ahlihi (1/98)]

Hari ini, adakah kita sesederhana keuangan keluarga Imam asy-Syafi’i? Atau malah keluarga kita lebih mapan?buku dan bunga

Hari ini, adakah kita menulis di pelepah kurma, tulang, tembikar? Atau malah kita menulis di tumpukan kertas yang berlimpah?

Hari ini, adakah kita menghafal dan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah ditulis? Atau hanya menjadi hiasan yang tak terjamah?
#CatatanPinggirUkhuwah (544) #UmmuHanin

Keutamaan Shalat Dhuha

IMG_0899Merupakan ibadah rutin dan wasiat Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-.

Dari ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- berkata:

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ
ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ ، ﻭَﻳَﺰِﻳﺪُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪ

Adalah Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- shalat dhuha empat rakaat dan menambah (rakaat tsb) sesuai yang beliau kehendaki“.
HR. Muslim

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- berkata:

ﺃَﻭْﺻَﺎﻧِﻲ ﺧَﻠِﻴﻠِﻲ ﺑِﺜَﻠَﺎﺙٍ ﻻ ﺃَﺩَﻋُﻬُﻦَّ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻣُﻮﺕَ : ﺻَﻮْﻡِ
ﺛَﻼﺛَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻬْﺮٍ ، ﻭَﺻَﻼﺓِ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ، ﻭَﻧَﻮْﻡٍ ﻋَﻠَﻰ ﻭِﺗْﺮٍ

“Kekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam) telah berwasiat kepadaku tentang tiga
perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati;
Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan
tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat
Witir.”
Muttafaqun ‘alaih

🔹Memiliki pahala yang lebih besar dari sebagian amalan besar lainnya.

Dari Abu Dzar -radhiyallahu ‘anhu- berkata:
Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda-:

ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺳُﻼﻣَﻰ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻓَﻜُﻞُّ
ﺗَﺴْﺒِﻴﺤَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﺤْﻤِﻴﺪَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﻬْﻠِﻴﻠَﺔٍ
ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﻜْﺒِﻴﺮَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﺃَﻣْﺮٌ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ،
ﻭَﻧَﻬْﻲٌ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻳُﺠْﺰِﺉُ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﺎﻥِ
ﻳَﺮْﻛَﻌُﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ‏

“Pada setiap persendian kalian dikeluarkan padanya
sedekahnya setiap paginya; Setiap tasbih (membaca
subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid
(membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap
tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah,
setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah
sedekah, memerintahkan kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari  kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat
terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang
dilakukan di waktu Dhuha.”
HR. Muslim

🔹Shalat dhuha adalah shalatnya orang-orang yang bertaubat kepada Allah -azza wa jalla-.

🌴Dari Zaid bin Arqam -radhiyallahu ‘anhu- berkata:

خرج النبي صلي الله عليه وسلم على أهل قباء وهم يصلون الضحى، فقال:
صلاة الأوابين إذا رمضت الفصال من الضحى

“Tatkala Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-keluar menuju penduduk quba maka beliau mendapati para penduduk tsb shalat dhuha, maka beliau bersabda:
“Shalatnya orang-orang yang kembali bertaubat itu adalah jika matahari telah memanas diwaktu dhuha”.
HR. Muslim.

Wallahu a’lam.

✒Al Ustadz Abu Muhammad Fauzan
_____________
📱WA Silsilah Durus Linnisa

Konsekuensi Saling Mencintai Karena Allah

Faidah penting dari Asy Syaikh Al Allamah Muhammad Nasirudin Al Bani Rahimahulloh

ﺳﺎﺋﻞ : ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﺐ
ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻪ ﺃﺣﺒﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ؟

ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻧﻌﻢ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ
ﻟﻪ ﺛﻤﻦ ﺑﺎﻫﻆ ، ﻗَـﻞّ ﻣﻦ ﻳﺪﻓﻌﻪ ،
ﺃﺗﺪﺭﻭﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺛﻤﻦ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ
ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻫﻞ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻜﻢ ﻳﻌﺮﻑ
ﺍﻟﺜﻤﻦ ؟ ﻣﻦ ﻳﻌﺮﻑ ﻳﻌﻄﻴﻨﺎ
ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ …

ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ﻳﻘﻮﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ” ﺳﺒﻌﺔ
ﻳﻈﻠﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻇﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ
ﻇﻠﻪ ” ، … ﻣﻨﻬﻢ ﺭﺟﻼ ﺗﺤﺎﺑﺎ ﻓﻲ
ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺟﺘﻤﻌﺎ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺍﻓﺘﺮﻗﺎ
ﻋﻠﻯﺬﻟﻚ.

ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﺬ ﻛﻼﻡ ﺻﺤﻴﺢ ﻓﻲ
ﻧﻔﺴﻪ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﺟﻮﺍﺑﺎً ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ،
ﻫﺬﺍ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﻟﻠﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻘﺮﻳﺒﺎً
ﻭﻟﻴﺲ ﺑﺘﻌﺮﻳﻒ ﻛﺎﻣﻞ ، ﺃﻧﺎ ﺳﺆﺍﻟﻲ
ﻣﺎ ﺍﻟﺜﻤﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺪﻓﻌﻪ
ﺍﻟﻤﺘﺤﺎﺑﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﻶﺧﺮ ،
ﻭﻻ ﺃﻋﻨﻲ ﺍﻷﺟﺮ ﺍﻷﺧﺮﻭﻱ،
ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻣﺎ ﻫﻮ
ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺍﻟﻌﻤﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ
ﺑﻴﻦ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﻣﺘﺤﺎﺑﻴﻦ ؟ ﻓﻘﺪ ﻳﻜﻮﻥ
ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺘﺤﺎﺑﺎﻥ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺗﺤﺎﺑﺒﻬﻤﺎ
ﺷﻜﻠﻲ ، ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﺣﻘﻴﻘﻲ ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﻲ؟

ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ” ﺃﻥ ﻳﺤﺐ ﻷﺧﻴﻪ
ﻣﺎ ﻳﺤﺒﻪ ﻟﻨﻔﺴﻪ .” Baca lebih lanjut

Hadiah Yang Besar Itu…

Bismillah…
__________

Jika orang rela berundi mendapat hadiah keduniaan,…

Ingatlah ALLAH telah memberi Anda hadiah kesempatan mendapatkan SYURGA..

Jika saja para sahabat berada di atas HIDAYAH ini dengan perjuangan yang berat, mencucurkan darah dan keringat, Ingatlah Anda mendapat  HIDAYAH ini dengan aman, tentram dan tanpa ancaman.

Andai tiba-tiba Anda mendapatkan mobil mewah, dan mendapatkan rumah megah dan andai Anda diberi hadiah jutaan rupiah. Ingatlah, ALLAH telah memberi Anda hadiah yang lebih besar dari itu yaitu HIDAYAH.. Baca lebih lanjut

Indahnya Persaudaraan Jika Semuanya Begini….

34441_1334502842129_1217807636_30804590_3484047_n Washiat Emas Al-Imam Syafi’i kepada sahabatnya Yunus Ibn Abdil A’la rahimahumallohu. Dari Yunus : Telah berkata kepadaku Asy-Syafi’i : – Wahai Yunus jika sampai kepadamu suatu kabar tentang sahabatmu yang engkau tidak sukai, maka janganlah tergesa untuk memusuhinya, memutuskan loyalitas (kecintaan) kepadanya, sehingga engkau akan tergolong yang menghilangkan “yakin” dengan “keraguan” akan TETAPI datangilah dia dan katakan kepadanya, “Telah sampai kepadaku berita tentangmu begini dan begini.” dan jangan menyebutkan nama yang memberikan kabar kepadamu, – Jika ia mengingkari kabar itu maka engkau katakan kepadanya “Engkau lebih (patut) dipercaya dan dibenarkan.” Jangan lebih dari itu. Baca lebih lanjut